Kurikulum

Sekilas Info Kurikulum Kimia

Kurikulum yang digunakan pada Program Studi (Prodi) Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Program pendidikan ini disusun untuk dapat diselesaikan dalam kurun waktu 4 tahun dengan terpenuhinya kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang bersifat khusus serta disesuaikan dengan kebutuhan saat ini dan masa mendatang. 

Peninjauan kurikulum dilakukan setiap 4 tahun sekali dalam bentuk kegiatan workshop, adapun hal-hal yang menjadi indikator evaluatif yaitu : 

a. Kebijakan akademik universitas,

b. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) saat ini,

c. Perkembangan kebutuhan sumber daya manusia (SDM),

d. Masukan dari pihak luar Prodi Kimia

e. Masukan dari alumni Prodi Kimia

f. Perkembangan kurikulum dari Prodi Kimia pada institusi lain.

Selain itu, evaluasi silabus dan satuan acara perkuliahan (SAP) dilakukan pada setiap akhir semester dengan menimbang masukan dari mahasiswa (berupa kuesioner) dan perkembangan ilmu kimia termutakhir.

Peninjauan kurikulum yang telah dilakukan :

  • Workshop tahun 2007, dengan output berupa kurikulum pendidikan 2007-2011
  • Workshop tahun 2012, dengan output berupa kurikulum pendidikan 2012-2015
  • Workshop tahun 2014, dengan output berupa kurikulum pendidikan 2014-2017
  • Workshop tahun 2017, dengan output berupa kurikulum pendidikan berbasis KKNI

Kurikulum Prodi Kimia disusun dengan tujuan utama memberikan deskripsi terhadap implikasi ilmu agama Islam dengan ilmu kimia sebagai bagian dari ilmu pengetahuan alam, serta cabang ilmu kimia lainnya yang sinkron dengan visi, misi dan tujuan Prodi Kimia.

Poin penting dalam kurikulum akademik ini, setiap lulusan Program Studi Sarjana Kimia wajib menempuh 156 SKS maksimal 14 semester yang terdiri dari :

  • 144 satuan kredit semester (SKS) mata kuliah wajib
  • 12 satuan kredit semester (SKS) mata kuliah pilihan 

Ketentuan bagi mahasiswa yang tidak mampu mencapai IPK minimal 2,00 pada 2 tahun pertama akan dinyatakan Dropped Out (DO). Hal yang sama akan dilakukan jika mahasiswa telah menempuh 4 tahun dan IPK tidak mencapai 2,00. Tahapan terakhir evaluasi hasil belajar dilakukan pada mahasiswa yang telah menempuh semester 12. Untuk membantu mahasiswa agar bisa mengikuti dan memahami mata kuliah yang diajarkan oleh dosen, serta kegiatan laboratorium, beberapa mata kuliah telah disediakan buku ajar dan petunjuk praktikum yang ditulis oleh para dosen.

Dalam kegiatan mengajar dosen terlebih dahulu menyusun silabus dan satuan acara perkuliahan (SAP) setiap semester. Silabus dan SAP diberikan pada tatap muka pertama setiap mata kuliah. Dalam perencanaan ini terdapat strategi, metode dan kegiatan tatap muka serta tugas terstruktur yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Secara umum, strategi dan metode pengajaran yang digunakan adalah:

  1. Pemahaman konsep dan teori dasar dalam kegiatan rutin perkuliahan. Metode yang digunakan dapat berupa ceramah dan demonstrasi.
  2. Pengajaran yang melibatkan mahasiswa agar aktif melalui diskusi, pembahasan masalah di depan kelas, presentasi makalah dan beberapa tugas terstuktur lain.
  3. Praktikum di laboratorium dan lapangan, evaluasi dari pre-test dan post-test, pembuatan laporan individu dan presentasi hasil praktikum.

Mahasiswa secara umum terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini tidak terlepas dari inovatif-kreatif dosen dalam menyampaikan materi kuliah. Tim pengajar sebaiknya melakukan ceramah penuh saja, namun dapat dilakukan dengan menstimulasi mahasiswa dengan cara membatasi informasinya (dengan menekankan informasi hanya intinya saja) sehingga masih tersedia cukup waktu bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi lebih tentang materi kuliah tersebut.

Sehingga, mahasiswa diharapkan dapat memiliki peluang untuk:

  • Melakukan literasi terhadap sumber informasi primer dari suatu mata kuliah
  • Mengembangkan sikap kritis analitis dalam menerima ilmu baru dan informasi dari tim pengajar
  • Membangun jiwa kepemimpinan dan kooperatif untuk dapat berdiskusi bersama rekan mahasiswa atau komunitas lainnya dalam memecahkan suatu permasalahan
  • Merumuskan pandangan secara konseptual,
  • Mandiri dan berani mengajukan argumentasi terhadap suatu isu.

Sebanyak 1 satuan kredit semester (SKS) : kegiatan kuliah 1 jam (setara 50 menit) tatap muka di kelas, 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan belajar mandiri dalam rentang minimal 16  minggu per semester. Setelah dilakukan pemantauan dan evaluasi secara insidental kegiatan bisa berjalan namun masih perlu ditingkatkan terutama adalah sistem evaluasi yang sesuai prosedur baku mutu universitas, terukur, kontinyu dan berkelanjutan, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik.

 

Untuk informasi lebih lengkap mengenai ”struktur kurikulum Prodi Kimia”, silahkan akses di laman ini.